Bertahan. Terkadang aku melihatnya, aku melihat bagaimana aku begitu mencintai sosok dia, dia yang seharusnya telah lama aku biarkan pergi. Mungkin seharusnya aku melangkah. Salah! Mungkin seharusnya aku melangkah sejak lima bulan yang lalu. Saat ia dengan jelas menorehkan luka yang begitu dalam, di saat dia membiarkan kita menjadi aku dan dia. Dia yang meninggalkan aku, berjalan jauh dan membiarkan aku meratapi punggungnya.
Namun sekarang disinilah aku dan kamu, bukan, bukan lagi kita, karena kita itu telah kau hancurkan lima bulan yang lalu saat aku begitu mencintai mu, bukan berarti sekarang aku tidak mencintai mu. Bahkan saat ini aku masih begitu sangat mencintai mu. Aku seperti bunga matahari dan matahari. Engkau meninggalkan ku, tapi aku terus - terus dan terus menunggumu, mengikuti mu. Terus begitu.
Apakah cinta ku ini cinta yang sejati? Atau hanya cinta buta seorang gadis bodoh? Aku mengingat genggaman hangatmu di dunia ku yang bahkan tidak lebih manis dari secangkir macchiato. Saat itu engkau datang, seolah - olah engkau itu seorang barista di sebuah cafe yang menjamur di indonesia, kau menambahkan segala hal yang manis, kau membuatnya begitu nikmat.
Aku harus melangkah bukan? Aku tau rasanya manis, aku tau rasanya mencintai seseorang yang begitu indah. Tapi bukankah aku harus melangkah disaat punggungmu itu melangkah pergi meninggalkan aku sendiri?
Rasanya aku ingin menertawai kisahku yang begitu bodoh. Sungguh ironis bukan? Mencintai orang yang tidak boleh kucintai. Mencintai orang yang tidak akan pernah mencintaiku. Namun yang lebih bodoh di saat aku berharap dan bertahan, disaat aku berharap dapat menemani malam - malamnya, berharap dapat menghiasi mimpi - mimpinya, berharap menjadi mimpi indahnya.
Aku berusaha menjadi apa yang kau mau, aku berusaha menjadi apa yang terbaik yang bisa aku lakukan. Semua itu hanya untuk engkau, terkadang aku berpikir apakah aku pantas bersanding disamping mu? Seberapa pantaskah aku untuk bersama mu? Seberapa pantaskah aku untuk mencintaimu? Seberapa pantaskah aku untuk menghapus air mata mu disaat engkau sedih, menjadi alasan dibalik senyum indahmu yang selalu membuatku jatuh cinta?
No comments:
Post a Comment