Hidup itu seperti musim.. Musim gugur yang berduka, musim salju yang mencekam, musim panas yang ceria dan musim semi yang rupawan. Itu istilah khalil gibran. Aku bahkan tidak pernah tau bahwa sudah sejauh ini aku melangkah, yang aku tau saat itu aku begitu mencintai mu. Terkadang lelah itu hinggap, seakan - akan bertanya sampai kapan aku mampu bertahan untuk menunggu mu. Seakan - akan ia bertanya kapan aku akan menyerah...
Bukan sebuah cerita klasik yang aku lewatkan bersama mu, bukan sebuah cerita fiksi yang selalu aku ingat, bukan hanya sebuah memori namun aku menjalani hari - hari ku bersama mu. Melangkah bersama mu. Hingga engkau terdiam di tempat itu dan meninggalkan aku berjalan terus, ketika aku menoleh sudah begitu jauh jarak yang ada diantara kita. Aku berlari ingin kembali, aku terus berlari, namun lelah itu hinggap, lelah itu mulai membebani aku.
Ikhlas. Aku belajar untuk mengikhlaskan mu, namun semua itu tidak pernah semulus pendaratan air force one yang terkenal itu, aku seperti mendarat dengan pesawat yang dikendarai oleh pilot magang, penuh dengan guncangan yang menyakitkan. Dengan ragu aku mulai berhenti berlari. Aku melangkah mundur, aku ingin sampai rumah dengan cepat aku merasa sangat lelah.
Terkadang aku merindukan tawa kita, terkadang aku rindu pelukan hangat mu, namun aku tau bahwa aku tak lagi dapat meraihnya karena itu hanya sebatas mimpi, bukan? Mungkinkah ada sebuah bunga yang lebih indah di taman itu hingga engkau berhenti? Mungkin sakit, selalu sakit bahkan segalanya terasa begitu menyiksa untuk ku, karena aku begitu mencintai kamu. Air mata ini mulai terjatuh disaat aku bahkan tidak pernah tau apa yang harus kulakukan. Apa yang harus aku lakukan untuk meraih mu??!!! Aku lelah, aku sangat lelah berharap engkau tau apa yang aku rasakan, aku lelah berharap dewi fortuna berbaik hati memberikan aku sebuah kesempatan kedua.
Dimana orang - orang yang selalu berkata bahwa seseorang berhak mendapatkan kesempatan kedua?!BULLSHIT!! Aku lelah menunggunya, panggil aku PENGECUT, panggil saja aku Lemah tapi sesungguhnya aku merasa sudah lelah berpura - pura bahwa aku kuat, bahwa aku bisa mengatasi semuanya, aku kuat memperjuangkan apa yang aku cintai tapi nyatanya aku tidak bisa melakukan apa - apa disaat bahkan tidak ada orang yang aku cintai disampingku. Aku berharap bisa membunuh rasa ini.
No comments:
Post a Comment