Tepat hari ke empat sejak terakhir kali aku berbicara sama dia... Ahh iya manusia Venus itu mungkin udah lupa sama kehadiran alien yang berusaha hidup, alien yang berusaha tidak lagi mau membuat susah manusia Venus itu, mungkin alien itu merasa sepi di saat dia tau, pilihannya hanya menghadapi dunia ini sendiri tanpa ada lagi seorang manusia Venus yang mengajari apa arti sesungguhnya dari sebuah kehidupan, manusia Venus yang membuatnya sadar arti sesungguhnya dari apa itu ketulusan dan cinta.
Seperti pelangi tak berwarna
Seperti lagu tak bernada
Ataupun
Seperti biola tak berdawai
Alien itu menatap dunia
Hitam, putih dan abu-abu
Tanah, air, udara dan api
Alien itu menatap langit
Pelangi itu mewarnai birunya langit
Venus membuatnya jatuh cinta
Venus mengajarkannya apa itu cinta
Aku mencintai dia bahkan disaat aku begitu ingin belajar melupakannya karena selalu ada satu titik dimana kamu merasakan sesakit apa hati kamu sampai rasanya terlalu sulit walau hanya untuk sekedar bernafas. Semuanya hanya karena seorang manusia Venus yang menyuruh aku mencintai orang selain dia, seorang manusia Venus yang menorehkan luka terdalam yang pernah aku rasakan. Seorang manusia Venus yang mengajarkan aku sesakit apa cinta itu dapat menyiksa kita. Seandainya aku bisa menukar sisa hidup ku demi setahun bersama kamu, hanya satu yang bisa aku ucapkan aku sangat rela.
No comments:
Post a Comment