Friday, 7 November 2014

Manusia dari Venus

  Tepat hari ke empat sejak terakhir kali aku berbicara sama dia... Ahh iya manusia Venus itu mungkin udah lupa sama kehadiran alien yang berusaha hidup, alien yang berusaha tidak lagi mau membuat susah manusia Venus itu, mungkin alien itu merasa sepi di saat dia tau, pilihannya hanya menghadapi dunia ini sendiri tanpa ada lagi seorang manusia Venus yang mengajari apa arti sesungguhnya dari sebuah kehidupan, manusia Venus yang membuatnya sadar arti sesungguhnya dari apa itu ketulusan dan cinta. 
    
    Seperti pelangi tak berwarna
    Seperti lagu tak bernada
    Ataupun
    Seperti biola tak berdawai

    Alien itu menatap dunia 
    Hitam, putih dan abu-abu
    Tanah, air, udara dan api
    
    Alien itu menatap langit
    Pelangi itu mewarnai birunya langit
    Venus membuatnya jatuh cinta
    Venus mengajarkannya apa itu cinta
  
   Aku mencintai dia bahkan disaat aku begitu ingin belajar melupakannya karena selalu ada satu titik dimana kamu merasakan sesakit apa hati kamu sampai rasanya terlalu sulit walau hanya untuk sekedar bernafas. Semuanya hanya karena seorang manusia Venus yang menyuruh aku mencintai orang selain dia, seorang manusia Venus yang menorehkan luka terdalam yang pernah aku rasakan. Seorang manusia Venus yang mengajarkan aku sesakit apa cinta itu dapat menyiksa kita. Seandainya aku bisa menukar sisa hidup ku demi setahun bersama kamu, hanya satu yang bisa aku ucapkan aku sangat rela.


No comments:

Post a Comment