Mungkin patah hati itu biasa. Tapi, apa yang akan kalian rasakan disaat kalian berharap kepada seseorang lalu dia membawamu terbang jauhhhhh tinggi ke langit biru yang indah juga cerah lalu kamu dijatuhkan lagi ke bumi, tidak berhenti sampai disitu dia mengulangi perbuatannya selama berkali - kali. Seolah - olah dia tidak cukup puas ngeliat kamu hancur dia tidak cukup hanya melihat kamu kesakitan atau sekarat dia ingin kamu mati. Dia mau ngebunuh kamu secara perlahan. Cara paling mudah untuk membunuh orang itu bukan dengan pisau atau senjata api, cukup dengan beri dia cinta lalu kamu pergi membiarkan kamu mencintai sebuah bayangan. Seorang manusia yang selalu aku cintai selama setahun ini, seorang cowok yang selalu ada di benakku selama setahun ini, cuma dia. Manusia yang aku kagumi karena kebaikannya, kepintarannya dan seberapa dia mandiri juga bijak. Sekarang aku meragukan semua itu. Apakah dia yang bijak akan membunuh orang yang mencintainya dengan tulus? Apakah dia yang baik membunuh orang yang kata disayanginya? Pernahkah kalian merasakan bahwa mungkin kematian lebih indah dari hidup di dunia? Seandainya ada yang bisa menjanjikan kalau kematian itu membuat kita tidak merasakan sakit mungkin aku memilih untuk mati. Berkumpul dengan mereka yang menyayangi aku.
Terlalu sakit mungkin. Aku ingin berhenti menghubungi dia tapi apa aku bisa? Itu sama saja seperti memaksa aku untuk mengiris kulit ku sendiri dan merasakan sakit itu sendiri. Terkadang aku meragukan apakah benar Tuhan itu adil? Aneh mungkin, disaat cinta mengalahkan kepercayaan ya aku memang sepicik itu. Aku hanya ingin mencoba berdiri, aku terlalu capek untuk mencintai manusia yang hanya ingin membunuh aku secara perlahan, aku sudah terlalu lelah untuk menunggu dan menangisi dia setiap malam selama tujuh bulan.
No comments:
Post a Comment