Friday, 29 August 2014

Love by accident!

   "Kai!!!"Gak perlu dua menit agar Kaila tau siapa pemilik suara yang sangat mengganggu itu. Siapa lagi kalau bukan Dewi, sahabatnya sejak mereka SD.Berbeda dengan Kaila yang pembawaannya selalu tenang dan kalem, Dewi sebaliknya dia selalu bersemangat. Terkadang Kaila bingung dari mana cewek yang kurus itu mendapatkan begitu banyak tenaga.
   "Kenapi wi?" Tanya Kaila.
   "Bulan depan lo kan 17 tahun!!Bokap lo nyuruh gue ngerencanain pesta bareng lo!!" Kaila hanya bisa berdecak kagum.Entah kenapa Dewi selalu bisa berkoalisi sama bokapnya yang kolot abis itu. Kesambet dimana sampai bokapnya mau ngadain pesta sweet seventeen dia?Selama ini bahkan bokapnya itu gak pernah peduli sama dia.
    "Ohh.. Terserah lo aja wi..." Kali ini Dewi yang sukses dibikin kebingungan gara - gara Kaila. Secara acaranya punya Kaila kenapa dia yang handle deh?
    "Nanti ikut gue ya ke PO-nya okay?" Dewi langsung menggandeng Kaila ke kelasnya.

----- II ----

   Kaila, sebenarnya gak sedikit kok yang suka sama cewek itu, cuma karena sikapnya yang jelas - jelas introvert itu ngebuat dia jadi ngebuat benteng pertahanannya sendiri.
    Raka terus ngeliatin Kaila, udah satu tahun dia kenal Kaila semenjak pertama kali Kaila gak sengaja nabrak dia sampai - sampai atribut MOS Raka berantakan jadi dia akhirnya di hukum. Semenjak itu dia jadi sahabat Kaila, sayangnya ada yang lain dari Raka. Dia tau kalau dia udah jatuh cinta sama Kaila semenjak mereka pertama kali ketemu.
    "Lo kenapa ka?Ngeliatin gue kayak ngeliatin setan aja tadi, awas naksir nanti!" Canda Kaila yang sebenarnya tepat sasaran banget. Bel sekolah udah ngasih tau sekarang udah saatnya Kaila pulang, suara - suara surga mereka bilang.
    "Hmmmm..." Gue udah naksir kali sama lo!Ehmmm jatuh cinta malah, ucap Raka dalam hati.
    "Mau ikut gak?Gue sama Dewi mau ke PO buat ulang tahun gue bulan depan.."
    "Yahh... Gak bisa Kai, gue harus nganterin nyokap nih" Raka gak bisa nyembunyiin kekecewaannya karena gak bisa nemenin pujaan hatinya itu.
    "Oke deh!! Byeee!!"
----- II ----

     "Hai... Pasti Dewi sama Kaila kan?" Tanya seorang cowok, astaga cowok itu keren banget. Dia tinggi, putih badannya atletis banget sumpah, cewek mana yang bisa nolak pesona dia coba? Ada semburat merah yang kelihatan cukup jelas di wajahnya itu. Dewi yang sudah sangat mengenal temannya itu tentu saja tau kalau sahabatnya itu lagi grogi berat. Mereka berdua cuma bisa mengangguk saja menanggapi sapaan cowok itu.
     "Oh iya, nama saya David.." David hampir tidak bisa menyembunyikan tawanya di saat melihat kedua cewek didepannya itu menjadi grogi, lagi pula bukan pertama kali dia menghadapi klien ceweknya yang bersikap seperti itu.
----- II ----

   Hari ini sibukkk banget, secara hari ini Kaila akhirnya berubah menjadi tujuh belas tahun. Sudah sebulan semenjak dia pertama kali bertemu dengan David. Dia memutuskan bahwa David yang cocok untuk menjadi MC di acara sweet seventeennya itu. Dia juga baru tau ternyata David teman sekampus kakak perempuannya.
    Hari ini Kaila terlihat cantik banget dengan dress selutut yang berwarna peach dan dia bahkan terlihat sangat anggun. Raka hampir aja terjatuh akibat terlalu fokus melihat ke arah pujaan hatinya itu. Raka sengaja menemani Kaila di ruang tunggunya itu, dia ingin memberikan sesuatu yang surprise untuk Kaila.
    "Raka? Ngapain disini?" Kaila bingung melihat Raka yang tidak bergabung dengan teman - temannya itu. 
    "Kai, lo kan tau ya, gue itu manusia yang paling enggak romantis. Tapi kali ini aja lo mau gak jadi cewek gue?" Raka berusaha menghilangkan kegugupannya dengan mulai meremas bunga yang ia bawa khusus untuk Kaila.
    "Sorry ya ka, tapi gue nganggep lo sebagai kakak gue."
    " It's okay... Thanks ya Kai, seenggaknya lo gak ngetawain gue" Lagi - lagi Raka cuma bisa tertawa gugup. Dia tidak tau kalo Kaila menahan tawa setengah mati melihat kegugupan sahabatnya itu.
----- II ----

   Pesta itu gak semeriah yang dibayangkan Kaila, saat dia ngeliat David berdua dengan Clara, sahabat kakaknya itu. Mereka terlihat begitu mesra, Kaila gak bisa menyembunyikan kesedihannya itu. Tapi dia lagi - lagi hanya memendamnya sendiri.
   "Kai, kok muka lo sedih banget deh?"Tanya Vania. Vania itu kakak perempuannya Kaila, sebenarnya mereka sangat mirip bahkan gak sedikit yang berpikir kemungkinan mereka anak kembar.
   "Gak apa - apa kok ka..."
----- II ----

   Tanpa Kaila sadar ada satu orang yang sejak tadi memperhatikan Kaila, Raka. Sebenarnya Raka tau kalo Kaila menyukai David, tapi Raka terus mendekati Kaila. Tanpa sepengetahuan Kaila sebenarnya David itu kakaknya Raka dan Raka tau seminggu yang lalu David baru saja jadian sama Clara.
   Raka berjanji tidak akan menyerah untuk mendapatkan Kaila, she's deserve someone better from David...

No comments:

Post a Comment